Awalnya aku pikir aku akan terus seperti ini. Mengingatmu yang tak mau mengingatku. Menginginkanmu yang tak pernah mau menginginkanku. Apa yang salah denganku ? Sampai kau begitu tega memberi luka ini, apa kamu pikir melupakanmu akan semudah mencintaimu ?
Mungkin aku telah keliru. Keliru karna aku selalu menyebut namamu disetiap doaku. Keliru karna aku selalu memintamu yang ternyata bukan hakku.
Tapi satu hal yang pasti. Aku tidak pernah menyesal telah mempercayai hatimu untuk sementara menjadi rumah untuk hatiku.
Terima kasih untuk lelaki yang pernah mengajarkanku bahwa manusia hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. Terima kasih untuk semua air mata yang akan selalu menguatkan. Dan terima kasih untuk kenangan yang pernah dibagi yang aku harap akan mudah terhapus meski sebenarnya aku sendiri saja tak yakin, iya tidak yakin bahwa aku mampu untuk menghapusnya.
Mulai saat ini aku akan berjanji pada diriku sendiri. Bahwa kamu tidak akan menjadi penghambat untukku untuk mengintip masa depanku. Aku tidak membencimu meski aku tahu kamu yang pernah menghancurkan hati ini, mimpi ini, bahkan kepercayaan ini. Satu yang aku minta, jangan pernah kamu kembali ke hatiku karna sampai saat ini aku masih belum mampu menyatukan kembali serpihan hati yang dulu pernah kamu jatuhkan. Jangan pernah kembali ke hatiku lagi karna aku tengah berusaha menemukan hati yang baru untuk meletakkan hatiku lagi.
Diana Resmi
12/03/2017