Kamis, 29 Juni 2017

Surat Terbuka Untuk Kedua Sahabatku, Dimas, Wafa

     Masih ingatkah kalian 8 tahun silam untuk pertama kalinya Tuhan mempertemukan kita sebagai sahabat. Aku tak habis pikir kita mampu bertahan selama ini. Melewati manis pahitnya perjuangan kita bersama. Tuhan memang punya jalan untuk kehidupan kita masing-masing, tapi terima kasih karena kalian tetap di sini bersamaku.
     Sudah banyak suka duka yang kita lewati bersama. Jadikan tangis kita sebagai penguat, untuk saling menguatkan satu sama lain. Terima kasih untuk pengalaman masa puber kita yang aneh. Untuk semua tingkah gila kita.
     Sekarang kita sudah jauh. Memilih jalan kita masing-masing. Terkadang rindu, ya rindu akan nakalnya kita. Terima kasih karena sudah mengajarkan aku bahwa pertemanan antara perempuan dan laki-laki tidak harus karena modus.
     Wafa, Dimas, teman perjuanganku semasa sekolah, dan aku harap akan selalu sama sampai kita menemukan orang yang tepat untuk berbagi. Terima kasih karena sudah sabar menghadapi tingkah anehku. Terima kasih untuk semua saran yang pernah kalian bagi.
      Maaf karena aku hanya bisa merepotkan bahkan terkadang menjadi beban. Yakinlah kita akan mampu mejuwudkan mimpi kita bersama. Terima kasih untuk setiap air mata kebahagian yang pernah jatuh.
      Tetap seperti ini sahabatku, meski nanti kau telah menemukan pelabuhan terakhirmu, separuh nafasmu, bagian dari cintamu. Yakinkan aku persahaban ini akan berlanjut sampai kapanpun.

Diana Resmi
29/06/2017

Minggu, 11 Juni 2017

Tugas Mata Kuliah Folklore

Folklore di daerah masing-masing.

                     Naleni Manten
Pada hari yang cerah ini, saya akan sedikit berbagi cerita tentang tradisi di tempat kelahiran saya tepatnya Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang atau biasa disebut kota ikhlas. Julukan ikhlas ini sering diplesetkan sebagian orang bahwa orang pemalang akan ikhlas meskipun teraniaya seperti  di sinetron. Sebelum saya bercerita izinkan saya memperkenalkan diri saya. Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang, jika tidak kenal saya bagaimana akan sayang ? Betul tidak ? Saya biasa dipanggil teman-teman dengan sebutan dakocan ( diana kocak dan cantik ) hahaha maklum lah saya makhluk tuhan yang diciptakan paling kece. Saya juga kerap dijuluki peri cantik, mungkin karena kecantikan saya yang tiada tara hehehe. Sekarang saya sedang bersusah payah mencari ijabsah (ijasah) di kampus paling tersohor di wilayah dr.cipto namanya adalah Universitas PGRI Semarang. Saya juga mempunyai NPM yang sangat cantik yaitu 156. Cantiknya bahkan melebihi syahrini.
    Baiklah jangan berlama-lama karena Allah swt tidak menyukai hal yang berlebihan. Saya akan menceritakan sebuah adat dalam desa saya ketika seorang laki-laki akan meminang pujaan hati. Dari pihak laki-laki khususnya bapak akan mendatangi rumah perempuan yang sudah dipilih. Kedua orang tua akan berunding untuk memutuskan hari apa yang tepat untuk anak mereka melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Proses ini biasa disebut nakonke atau menanyakan. Setelah ini terlewati akan ada proses selanjutnya yaitu lamaran atau naleni (mengikat) pihak perempuan untuk menandakan bahwa dia sudah dipilih orang.
Pihak laki-laki yang akan melamar  membawa beberapa makanan yang wajib dibawa selain cincin. Makanan wajib itu seperti wajik. Wajik ini terbuat dari ketan yang dimasak kemudian dicampur dengan gula merah. Kemudian ada bongko (nagasari) dan poci-poci. Kedua makanan ini terbuat dari tepung ketan yang diuleni dan dibungkus dengan daun pisang. Pembeda makanan ini hanya terletak di isi dan bentuknya. Jika bongko diisi dengan pisang yang diiris kecil, dibentuk pipih seperti irisan tempe. Lain halnya dengan poci-poci yang berisi campuran gula merah dan parutan kelapa yang dibentuk seperti piramida di Mesir. Selain makanan basah tadi, buah yang wajib dibawa adalah pisang beberapa tandan. Makanan ini wajib dibawa pada saat proses lamaran karena menurut kepercayaan masyarakat jika ada makanan ini maka diharapkan hubungan kedua keluarga ini akan awet atau lengket seperti ketan. Dan pisang mempunyai filosofi kerukan karena bentuknya yang berjejer rapat.
Sejak zaman dulu hanya makanan ini yang dibawa, namun seiring perkembangan ada pula yang membawa jajanan kering. Kemudian semua makanan tadi akan dibawa ke rumah perempuan. Setelah selesai jajanan ini akan dibagikan kepada tetangga sekitar.
    Kepercayaan masyarakat daerah saya, perempuan yang masih lajang atau belum menikah tidak boleh memakan jajanan lamaran yang dibagikan karena menurut mereka jika ada gadis yang nekat memakannya dia bisa tidak laku atau tidak dipilih orang. Banyak sekali aturan bagi kaum perempuan Jawa khususnya Jawa Tengah. Seperti anak perempuan tidak boleh duduk di depan pintu rumah karena akan menghalangi jodohnya. Ada juga kepercayan jika anak perempuan menyapu tidak bersih maka jodohnya nanti akan jelek.
     Tak hanya itu, ada pula kepercayaan masyarakat bagi wanita hamil, yaitu ketika akan pergi harus membawa benda-benda tajam seperti gunting, jarum dan lain sebagainya. Biasanya yang sering digunanakan adalah gunting yang di gantungkan di perut. Banyak sekali aturan bagi wanita hamil seperti harus makan menggunakan baskom bukan piring karena baskom berbentuk bulat menyerupai perut sehingga kandungan akan tetap terjaga, jika menyobek sesuatu harus mengucapkan "dorekdoh" agar anaknya tidak cacat, ada juga yang lucu yaitu jika wanita hamil memakan jantung pisang dan sotong maka dipercaya anaknya nanti akan himong (hitam cemong) seperti sotong.
     Hahahaha unik dan menghibur bukan ? Masih banyak sekali kepercayan yang dianut di daerah saya, namun karena keterbatasan hanya itu yang dapat saya utarakan.

Ngopi Puisi Bersama Setia Naka Andrian

     Hari Kamis, 27 April 2017,  pukul 19.00, Hima prodi PBSI menyelenggarakan acara ngopi puisi dengan pembicara bapak Latief Anshori dan bapak Setia Naka Andrian yang semuanya adalah dosen di Universitas PGRI Semarang. Bapak Setia Naka Andrian adalah dosen mata kuliah puisi di kelas saya 2D PBSI. Sehingga bagi kami warga 2D acara pada hari itu disunahkan untuk mengikutinya.
     Acara yang disajikan cukup menarik. Di sana setelah kita datang kita akan disuguhkan dengan segelas kopi susu dan jajanan seperti singkong rebus, kacang rebus, pisang, dan lainnya. Kemudian kita akan duduk lesehan membaur dengan teman-teman yang lain. Keakraban sangat terasa di sana.
     Sambil menikmati makanan yang disuguhkan kita akan mendengarkan materi yang disampaikan. Membahas mengenai apa itu puisi, bagaimana puisi yang baik, dan juga membedah salah satu puisi milik dosen tercinta kami. Di sela-sela acara diselingi dengan celotehan yang menggelitik yang disampaikan kedua pembicara.
     Setelah kedua pembicara menyampaikan materi, acara selanjutnya diisi dengan pembacaan puisi baik dari panitia penyelenggara maupun semua yang hadir dalam acara tersebut.

Minggu, 23 April 2017

Kartini-kartini Universitas PGRI Semarang

     Jumat 21 April 2017, Universitas PGRI Semarang khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (BEMFPBS) menyelenggarakan acara Semarak Kartini di Balairung Universitas PGRI Semarang. Acara begitu meriah dengan disuguhkannya berbagai tari kreasi dan pertunjukan lainnya. Selain itu juga diisi dengan pemilihan putri kartini Universitas PGRI Semarang tahun 2017 dan talkshow bersama kartini-kartini modern Indonesia. Menghadirkan beberapa narasumber yang sangat inspiratif salah satunya adalah ibu wakil walikota Semarang.
      Ibu Hevearita Gunaryanti atau lebih sering dipanggil ibu Ita adalah sosok perempuan Indonesia yang begitu luar biasa. Beliau menjadi satu-satunya wakil walikota perempuan di Semarang sejak dulu. Sebagai perempuan ibu Ita mampu membuktikan bahwa kaum perempuan mampu berdiri sejajar dan bersaing dengan kaum laki-laki.
      Acara yang diadakan oleh BEMFPBS ini begitu menginspirasi kaum perempuan. Kita sebagai perempuan modern harus mampu meneruskan perjuangan R.A Kartini untuk memuliakan perempuan-perempuan Indonesia.
Selamat hari Kartini untuk semua perempuan Indonesia.

Sabtu, 01 April 2017

Bertahan Meski Terabaikan

     Aku sangat mencintaimu. Itu yang mampu aku ucapkan saat aku memilih menjatuhkan hatiku padamu. Aku selalu percaya bahwa kamu akan mampu memberi kebahagiaan. Aku setia padamu. Bahkan saat kau mulai tak setia padaku. Aku akan tetap di sini. Menemanimu dan selalu menasehatimu. Bukankah wanita harus selalu menguatkan saat lelakinya terpuruk ? Itu yang saat ini aku lakukan.
     Meski sebenarnya aku tahu, sekarang hatimu tak lagi terisi oleh aku. Tapi sayangnya aku selalu mampu bertahan meski pada akhirnya luka yang  aku dapatkan. Setiap malam aku masih sering saja memikirkanmu. Bagaimana keadaanmu sekarang ? Apakau baik-baik saja tanpa aku ? Semuanya aku lakukan untuk kebaikanmu tanpa aku perduli kesehatan hatiku.
     Awalnya kau masih jadi seorang yang manis, selalu memberiku kejutan romantis. Namun, setelah kau kenal banyak gadis, kau lupa akan kekasihmu yang menangis. Kau selalu punya alasan untuk tidak lagi bertemu denganku. Beberapa kali aku melihatmu menghabiskan waktu dengan gadis lain. Aku menjadi seperti gadis yang bodoh. Menunggu yang tidak pantas aku tunggu. Menjaga cinta tanpa bantuan orang lain itu tak mudah. Kenapa sampai sekarang kau tak mengerti ? Betapa hancur hati yang pernah kau isi.
     Untukmu lelaki hebat yang pernah singgah di hatiku. Terima kasih karena telah meluangkan banyak waktu bersamaku. Terima kasih pernah membuat bibir ini tersenyum meski akhirnya kau menjatuhkan air mataku.

Diana Resmi
01/04/2017

Minggu, 12 Maret 2017

Bukan Genangan Tapi Kenangan

          Awalnya aku pikir aku akan terus seperti ini. Mengingatmu yang tak mau mengingatku. Menginginkanmu yang tak pernah mau menginginkanku.  Apa yang salah denganku ? Sampai kau begitu tega memberi luka ini, apa kamu pikir melupakanmu akan semudah mencintaimu ?
          Mungkin aku telah keliru. Keliru karna aku selalu menyebut namamu disetiap doaku. Keliru karna aku selalu memintamu yang ternyata bukan hakku.
Tapi satu hal yang pasti. Aku tidak pernah menyesal telah mempercayai hatimu untuk sementara menjadi rumah untuk hatiku.
          Terima kasih untuk lelaki yang pernah mengajarkanku bahwa manusia hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. Terima kasih untuk semua air mata yang akan selalu menguatkan. Dan terima kasih untuk kenangan yang pernah dibagi  yang aku harap akan mudah terhapus meski sebenarnya aku sendiri saja tak yakin, iya tidak yakin bahwa aku mampu untuk menghapusnya.
          Mulai saat ini aku akan berjanji pada diriku sendiri. Bahwa kamu tidak akan menjadi penghambat untukku untuk mengintip masa depanku. Aku tidak membencimu meski aku tahu kamu yang pernah menghancurkan hati ini, mimpi ini, bahkan kepercayaan ini. Satu yang aku minta, jangan pernah kamu kembali ke hatiku karna sampai saat ini aku masih belum mampu menyatukan kembali serpihan hati yang dulu pernah kamu jatuhkan. Jangan pernah kembali ke hatiku lagi karna aku tengah berusaha menemukan hati yang baru untuk meletakkan hatiku lagi.

Diana Resmi
12/03/2017

Selasa, 07 Maret 2017

Pengertian, Manfaat, dan Tujuan Puisi

Sahabat pembaca blog, kali ini saya akan membagikan sedikit pemahaman saya tentang puisi yang telah saya dapatkan dalam mata kuliah puisi di kampus saya.

1. Pengertian Puisi
          Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari kata poesis yang artinya penciptaan. Puisi merupakan salah satu karya sastra selain drama dan prosa. Puisi adalah karya sastra yang dibuat dengan cara dipadatkan, dipersingkat, dan menggunakan irama yang padu serta pemilihan kata yang khas. Pada umumnya hakikat puisi adalah curahan hati penyair yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

2. Manfaat puisi
           Puisi mempunyai berbagai manfaat. Manfaat puisi dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari contohnya :
a. Puisi dapat dijadikan arahan dalam membentuk kepribadian.
b. Melatih diri untuk lebih berimajinasi.
c. Mampu menggambarkan kehidupan manusia dan lingkungannya.
d. Mampu membangkitkan semangat pembaca.
e. Mampu memberikan motivasi bagi pembaca.
f. Puisi dapat dijadikan sebagai media dalam menyampaikan protes sosial oleh penyair.

3. Tujuan Puisi
           Puisi selain mempunyai manfaat juga mempunyai tujuan. Tujuan puisi pada umumnya sama dengan manfaat, berikut ini tujuan puisi :
a. Bagi penyair puisi bisa dijadikan media untuk mengkritik kehidupan sosial dan merubahnya.
b. Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu hal yang disampaikan penyair.
c. Memberikan motivasi kepada pembaca agar mampu mengapresiasikan karya sastra.

Cerita tentang Gadis cantik di kereta

     K.H Mustofa Bisri dalam cerpennya yang berjudul Gadis Beralis Tebal Bermata cemerlang ini hanya menyajikan beberapa tokoh saja. Tidak d...